Pemakaian batik matoa sebagai seragam merupakan salah satu upaya yang dilakukan sebagai bentuk identitas wilayah Sukorejo serta untuk menghargai hasil karya daerah sendiri., Batik Matoa dirintis pada tahun 2015 yang dikerjakan oleh Fery Sugeng Santoso, Keberadaan buah matoa diharapkan dapat menjadikan Kecamatan Sukorejo sebagai city of matoa, Motif Sarono Raharjo sendiri memiliki arti sarana yang membawa kesejahteraan bagi semua, Proses pembuatan atau produksi batik matoa memerlukan waktu 2-3 hari,

Leaderboard

Visual style

Options

Switch template

Continue editing: ?